Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penjelasan makhraj huruf : pembagian, nazham dan kaidahnya

Makhraj huruf-Dalam pembacaan huruf hijaiyyah atau pelafalannya terkadang orang-orang masih bingung dan bertanya-tanya, bagaimana mengucapkan huruf hijaiyyah dengan benar ? Apakah ada ilmunya ? Tentu ada, segala sesuatu yang dikerjakan baik itu ucapan atau apapun itu pasti ada ilmunya. Dalam ilmu tajwid menerangkan makraj huruf atau tempat keluarnya huruf, yaitu yang mengatur pembacaan atau pelafalan huruf hijaiyah sehingga kita bisa mengetahui bagaimana cara melafalkan (pembacaan) huruf hijaiyyah yang benar. Selanjutnya penjelasan dan pembagian makhraj huruf beserta kaidahnya.

Penjelasan makhraj huruf
Mengetahui Makhraj Huruf Hijaiyyah
Makhraj ditinjau dari morfologi berasal dari fi'il madli : خَرَجَ yang artinya keluar. Lalu dijadikan ber-wazan  مَفْعَلٌ yang ber-shigat isim makan, maka menjadi مَخْرَجٌ. Bentuk jamaknya adalah : مَخَارِجٌ . Visa disimpulkan makhaarijul huruf ( مَخَارِجُ الْحُرُفِ ) yang diindonesiakan menjadi makhraj huruf, mempunyai arti : tempat-tempat keluarnya huruf. Atau secara bahasa makhraj artinya : مَوْضِعُ الْخُرُوْجِ tempat keluar. (kaifa tawra-ul Quran, hlm. 133)

Sedangkan menurut istilah, makhraj adalah :  هُوَ اِسْمٌ لِلْمَحَلِّ الَّذِيْ يُنْشَأُمِنْهُ الْحَرْفِ 
Artinya : suatu nama tempat, yang padanya huruf dibentuk atau diucapkan. ( Pelajaran ilmu tajwid, hlm. 42 ).

Dengan demikian, makhraj huruf adalah tempat keluarnya huruf pada waktu huruf tersebut dibunyikan (dilafalkan).
Ketika membaca Alquran, setiap huruf harus dibunyikan sesuai makhraj hurufnya. Kesalahan dalam pengucapan huruf atau makhraj huruf, dapat menimbulkan perbedaan makna atau kesalahan arti pada bacaan yang tengah dibaca. Oleh karena itu jangan sampai salah dalam pelafalan huruf atau makhraj bacaan karena dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan kekafiran manakala seseorang melakukannya dengan sengaja.

Contoh kesalahan yang sering terjadi dalam pengucapan makhraj huruf :
  •  Pada ayat اَلْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ dibaca, alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiina (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam). Jika lafazh الْعٰلَمِيْنَ dibaca الْاٰلَمِيْنَ ( huruf 'ain berubah jadi hamzah ), maka artinya menjadi : segala puji bagi Allah "rajanya segala penyakit".
Oleh karena itu jangan sampai salah dalam pembacaan makhraj huruf, sedikit demi sedikit baca, fahami, dan praktekan. Jika masih belum mengerti cara pelafalannya ( pembacaan makhraj huruf ) bisa bertanya kepada orang yang faham agama atau ustadz dan minta diajarkan.

Cara mengetahui makhraj huruf

Untuk mengetahui makhraj suatu huruf, hendaklah huruf tersebut disukunkan atau ditasydidkan, kemudian tambahkan satu huruf dibelakangnya, lalu bacalah ! Ketika suara tertahan, maka tampaklah makhraj huruf dari huruf yang bersangkutan. Kaidahnya :
اَنْ تُسْكِنَ الْحَرْفَ اَوْتُشَدِّدَهُ وَتُدْخِلَ عَلَيْهِ هَمْزَةَ الْوَصْلِ ثُمَّ تُصْغِيَ اِلَيْهِ فَحَيْثُ اِنْقَطَعَ الصَّوْتُ كَانَ مَخْرَجُهُ
Hendaklah kamu menyukunkan huruf atau mentasydidkannya, lalu masukkan hamzah al-washal (alif berharkat). Kemudian ucapkan (dan dengarkan). Saat suara tertahan, disanalah letak makhrajnya. ( hidayatul mustafid, hlm. 21 )

Contoh huruf :
ب (huruf ba') menjadi  اَبْ (dibaca ab) atau  اَبّ (dibaca abb)
س (huruf sa) menjadi  اَسْ (dibaca as) atau  اَسّ (dibaca ass)
ق (huruf qaf) menjadi  اَقْ (dibaca aq) atau  اَقّ (dibaca aqq)

Pembagian makhraj huruf

Dalam pengucapan makhraj huruf, terbagi menjadi beberapa bagian, tapi terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama tentang makhraj huruf. Pendapat Imam Syibawaih dan asy-Syathibi marah huruf terbagi atas 16 makhraj, sementara menurut Imam al-Fara' terbagi atas 14 makhraj. Pendapat yang paling masyhur dalam hal ini adalah yang menyatakan bahwa makhraj huruf terbagi atas 17 makhraj, karena menurut Imam Khalid bin Ahmad menjelaskan bahwa pendapat inilah yang banyak dipegang oleh para qari ( termasuk Ibnul Jazari ) serta para ahli nahwu. ( Nihayatul Qaulil Mufid, blm. 31 )

Selanjutnya, tujuh belas makhraj ini diklasifikasikan ke dalam lima tempat ( maudli ). Lima tempat inilah yang merupakan letak makhraj dari setiap huruf. Diterangkan dalam nazham :

مَخَارِجُ الْحُرُوْفِ سَبْعَةَ عَشَرْ، عَلَى الَّذِى يَخْتَارُهُ مَنِ اخْتَبَرْ
Makhraj huruf berjumlah tujuh belas, menurut pendapat yang masyhur. ( Matan Al-jazariyyah, hlm. 5 )
وَسَبْعَةٌ مِنْ بَعْدِ عَشْرٍ تُجْمَعُ، عِنْدَ مَوَاضِعْ خَمْسَةٍ تُجْمَعُ
( Makhraj huruf ) yang tujuh belas itu terbagi menjadi lima bagian ( pelajaran ilmu tajwid, hlm.8 )

Lima tempat yang dimaksudkan dalam makhraj huruf ialah :

Al-Jauf ( الجوف )

Aljauf artinya rongga mulut. Maksudnya tempat keluarnya huruf yang terletak pada rongga mulut. Dari rongga mulut muncul satu makhraj yang dikenal dengan nama makhraj al-Jauf. Dan dari makhraj al-jauh keluar tiga huruf madd.
  1. Alif (ا) bukan hamzah. Yaitu alif dalam keadaan mati dan huruf sebelumnya berharkat fat-hah. Cara membacanya dipanjangkan dua harkat karena menjadi Madd Ashli. Suara panjang tersebut menekan pada udara yang keluar dari rongga mulut (al-Jauf).
  2. Wau (و), bunyi wau dalam makhraj Al-Jauh adalah wau yang disukun atau mati dan huruf sebelumnya berharkat dlammah. Cara membacanya dioanjangkan dua harkat karena menjadi Madd Ashli dan menekan pada udara. Suara panjang tersebut keluar dari rongga mulut.
  3. Ya' (ي), bunyi ya' dalam makhraj al-jauf ialah ya' yang disukun atau mati dan huruf sebelumnya berharkat kasrah. Cara membacanya dipanjangkan dua harkat karena menjadi Madd Ashli dan menekan pada udara. Suara panjang tersebut keluar dari rongga mulut.
Diterangkan dalam nazham :
فَاَلِفُ الْجَوْفُ وَاُخْتَاهَاوَهِيَ، حُرُوْفُ مَدٍّ لِلْهَوَاءِ تَنْتَهِيْ
Huruf alif makhrajnya berasal dari al-jauf, begitupun kedua kawannya ( huruf wau dan ya' ). Semuanya huruf mad, yang pengucapannya menekan pada udara. ( matan Al-Jazariyyah, hlm.5 )

Al-Halq

Al-Hala artinya tenggorokan. Maksudnya, tempat keluarnya huruf yang terletak pada tenggorokan. Dari al-Halq muncul tiga makhraj, yaitu :
  1. Aqshal Halq, adalah pangkal tenggorokan atau tenggorokan bagian dalam. Dari makhraj ini keluar huruf hamzah(ء) dan Ha(ه‍)
  2. Wasthul Halq, adalah tenggorokan bagian tengah. Dari makhraj ini keluar huruf ain (ع) dan ha'(ح)
  3. Adnal Halq, adalah tenggorokan bagian luar atau ujung tenggorokan. Dari makhraj ini keluar huruf kha' (خ) dan ghain (غ)
Dalam nazham dijelaskan :
ثُمَّ لِاَقْصَ الْحَلْقِ هَمْزٌ هَاءٌ، ثُمَّ لِوَسْطِهِ فَعَيْنٌ حَاءٌ، اَدْنَاهُ غَيْنٌ خَاءُهَا
Kemudian dari pangkal tenggorokan keluar huruf hamzah dan Ha lalu dari bagian tengahnya keluar huruf 'ain dan ha, dan dari ujungnya keluar huruf ghain dan kha.

Al-Lisan

Al-lisan artinya lidah. Maksudnya, tempat keluarnya huruf yang terletak pada lidah. Jumlah huruf hijaiyyah yang keluar dari makhraj ini ada 18 huruf dan terbagi atas 10 makhraj, yaitu :
  1.  Aqshal lisan fauqa, pangkal lidah bertemu dengan langit-langit bagian atas. Dari makhraj ini keluar huruf qaf (ق)
  2. Aqshal lisan asfal, pangkal lidah tepatnya sebelah bawah (atau ke depan) sedikit dari makhraj qaf, bertemu dengan langit-langit bagian atas. Dari makhraj ini keluar huruf kaf (ك)
  3. Wasthul lisan, pertengahan lidah bertemu dengan langit-langit atas. Pertengahan lidah tersebut dimantapkan (tidak menempel) pada langit-langit atas. Dari makhraj ini keluar huruf jim(ج), syin(ش), dan ya(ي).
  4. Tepi lidah bersentuhan dengan geraham kanan atau kiri. Ada juga yang mengatakan tepi pangkal lidah dengan geraham kanan atau kiri memanjang sampai ke depan. Dari makhraj ini keluar huruf dlad(ض).
  5. Ujung lidah bertemu dengan langit-langit yang berhadapan dengannya. Dari makhraj ini keluar huruf lam(ل).
  6. Ujung lidah bergeser ke bawah sedikit dari makhraj lam,bertemu dengan langit-langit yang berhadapan dengannya. Dari makhraj ini keluar huruf nun(ن).
  7. Berdekatan dengan makhraj nun dan masuk pada punggung lidah. Dari makhraj ini keluar huruf ra (ر).
  8. Ujung lidah bertemu dengan pangkal gigi seri atas. Dari makhraj ini keluar tiga huruf hijaiyyah, yaitu : ta(ت), tha(ط), dan dal(ذ).
  9. Ujung lidah bertemu dengan ujung gigi seri atas. Dari makhraj ini keluar huruf hijaiyyah, yaitu dzal(ذ), zha(ظ), dan tsa(ث).
  10. Ujung lidah bertemu dengan gigi seri bawah. Dari makhraj ini keluar tiga huruf hijaiyyah yaitu shad(ص), zai(ز), dan sin(س).
Asy-Syafatain

Syafatain artinya dua bibir. Maksudnya, tempat keluarnya huruf yang terletak pada dua bibir, bibir atas dan bibir bawah. Huruf yang keluar dari makhraj ini ada empat huruf, yaitu fa(ف), mim(م), ba(ب), dan wau(و).
Makhraj Asy-Syafatain terbagi dua makhraj :
  1.  Perut bibir bawah atau bagian tengah dari bibir bawah tersebut dirapatkan dengan ujung gigi atas. Dari makhraj ini keluar huruf fa(ف).
  2.  Paduan bibir atas dan bibir bawah. Jika kedua bibir tersebut tertutup, keluarlah huruf mim() dan ba(ب). Dan jika terbuka, keluar huruf wau(و)
Al-Khaisyum

Al-Khaisyum artinya aqshal andi atau pangkal hidung. Dari makhraj ini keluar satu makhraj, yaitu al-ghunnah (sengau/dengung), sehingga dari makhraj inilah keluar segala bunyi sengau/dengung.
Ada empat tempat yang terjadi bunyi sengau, yaitu :
  1. Pada bacaan ghunnah musyaddad, yakni bacaan sengau pada huruf mim( )dan nun() yang bertasydid.
  2. Pada bacaan idgham bi Ghunnah
  3. Pada bacaan ikhfa
  4. Pada bacaan iqlab
Catatan : 
  • Bacaan di atas mengeluarkan bunyi yang keluar dari pangkal hidung. untuk memastikan adanya bunyi yag betul-betul keluar dari pangkal hidung, cobalah memijit hidung saat mengucapkan bacaan-bacaan diatas. Apabila suara tertahan, berarti benar bacaaan tersebut mengeluarkan bunyi dari pangkal hidung. Namun bila ada suara yag keluar , berarti bukan al-khaisyum (pedoman ilmu tajwid lengkap, hlm. 29)
  • Al-khaisyum yang sebenarnya bukanlah tempat keluar huruf. Hanya karena dengung itu ada hubungannya dengan huruf, maka ia disebutkan juga sebagai makharaj. harus diketahui bahwa yang sesungguhnya semua huruf itu tidak boleh dikeluarkan dari/melalui hidung, seperti halnya orag sengau.(Tajwid Al-quranul karim, hlm.39)

Posting Komentar untuk "Penjelasan makhraj huruf : pembagian, nazham dan kaidahnya"